Pesantren Nurul Iman Parung Bogor

Pesantren Nurul Iman Parung Bogor – Nurul Iman News – Lima pesantren unggulan yang menjadi delegasi One Islamic Boarding School One Product (OPOP) siap mewakili Provinsi Jawa Barat dengan mengikuti kegiatan pameran produk pada Halal Exhibition 7th Organization of Islamic Cooperation (OIC) dan 5- KTT Halal Dunia 2019 di Istanbul, Turki dari 28 November hingga 1 Desember 2019.

Selain pameran produk, mereka juga akan mengikuti pertemuan bisnis, baik dengan pelanggan maupun pelanggan eksternal. Lima perwakilan pesantren yang berangkat untuk mengikuti kegiatan tersebut adalah Ponpes Al-Ittifaq Kabupaten Bandung, Ponpes Daarut Tauhid Kota Bandung, Ponpes Fathiyya Al-Idrisiyyah Kabupaten Tasikmalaya, Ponpes Al-Ashriyyah . Pesantren Nurul Iman Kabupaten Bogor, dan Pesantren Husnul Khotimah Kabupaten Kuningan.

Pesantren Nurul Iman Parung Bogor

Pesantren Nurul Iman Parung Bogor

Kelima pondok pesantren tersebut masing-masing akan membawa produk unggulannya, seperti Pondok Pesantren Fathiyya Al-Idrisiyyah Kabupaten Tasikmalaya akan membawa produk ikan salah satunya udang. Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kabupaten Kuningan menghadirkan produk batik tulis dari Jawa Barat yang akan menyasar pasar kalangan menengah ke atas. Pesantren Daarut Tauhid Bandung mengusung produk fashion yang beberapa di antaranya adalah jaket dan topi. Pesantren Al-Ittifaq dari kabupaten Bandung membawa hasil pertanian seperti rempah-rempah (jahe, serai) dan buah-buahan (gedong lipstik mangga). Sementara itu, Yayasan Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman yang diwakili oleh Umi Waheeda binti Abdul Rahman, S.Psi, M.Si. produk Black Diamond (black garlic) dan produk berkualitas tinggi lainnya dari Nurul Iman.

Pesanggrahan Kerangka Langit: Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman

Yayasan Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman merupakan yayasan pendidikan yang dilaksanakan dengan jaminan gratis bagi seluruh santri sehingga mengutamakan pendidikan.

(Kewirausahaan) dan merupakan salah satu pondok pesantren di Jawa Barat yang telah memiliki 45 unit usaha mandiri yang dikelola secara mandiri oleh santri Nurul Iman. Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman adalah lembaga pendidikan modern yang menggabungkan pendidikan di pondok pesantren dengan pendidikan formal di PAUD/TK, SD, SMP, SMA, SMK & Perguruan Tinggi (santri). Hingga saat ini tercatat ± 15.000 santri yang telah terdaftar sebagai santri di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman.

Kelima pesantren berharap pameran ini membuka pasar yang luas sehingga dapat membuka peluang untuk berkolaborasi dengan pesantren lain untuk memenuhi permintaan. Ini akan memperkuat ekonomi rakyat. Program ini juga menjadi jembatan untuk membuka pintu bagi produk pesantren memasuki pasar ekspor, khususnya di kawasan Eropa Timur.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Kusmana Hartadji mengatakan, keikutsertaan lima pesantren Jabar dalam pameran di Turki merupakan bagian dari program OPOP (One Islamic Boarding One Product). Program OPOP merupakan bagian dari 17 program Pondok Pesantren Juara. Program OPOP diluncurkan oleh Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil untuk mendirikan Pesantren Juara. Tujuan dari program ini adalah untuk memperkuat dan meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren. Selain ke luar negeri, peserta OPOP juga banyak yang dikirim ke berbagai pameran di dalam negeri seperti Jakarta, Batam, dan Medan. Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman adalah pesantren modern GRATIS terbesar di Indonesia. Pesantren ini didirikan oleh yang mulia As Syekh Habib Saggaf Bin Mahdi Bin Syekh Abu Bakar Bin Salim. Pesantren ini terletak di Jalan Nurul Iman, Desa Warujaya, Kec. Parung Kab. Bogor, Jawa Barat, Indonesia.

Nyai Ummi Waahidah Wanita Hebat Kelola 15.000 Pondok Pesantren Parung

Pada awal krisis mata uang, bangsa Indonesia menghadapi banyak masalah. Munculnya kasus shamrock pada 12 Mei 1998 menyebabkan ambruk dan terpuruknya perekonomian Indonesia. Saat itu, As Syekh Habib Saggaf Bin Mahdi Bin Syekh Abu Bakar Bin Salim yang masih tinggal di kawasan pemukiman Bintaro Jaya merasa khawatir dan sedih karena hal tersebut. Semakin banyaknya remaja yang putus sekolah dan tidak mampu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi akibat krisis moneter dan munculnya krisis moral di mana-mana menuntut didirikannya lembaga pendidikan gratis untuk meringankan beban mereka yang tidak mampu. itu, umumnya orang Indonesia.

Maka, dengan tekad dan kemauan yang mulia ini, ia siap meninggalkan gemerlap kota metropolitan dan memutuskan untuk menetap di desa. Ia kemudian pindah ke Desa Waru Jaya, Kabupaten Parung, Jawa Barat, sebuah desa yang penduduknya berada di bawah garis kemiskinan yang sebagian besar pendapatannya hanya bergantung pada penjualan daun melinjo dan ikan air tawar.

Kemudian dia mulai membangun sekolah berasrama. Peletakan batu pertama pendirian Al-Ashriyyah Nurul ini dihadiri oleh tamu pejabat pemerintah daerah Kabupaten Bogor, pejabat tinggi Republik Indonesia dan juga duta besar negara Arab, Brunei, Singapura dan Malaysia Iman Islamic Boarding School berlangsung pada tanggal 16 Juni 1998 di atas tanah seluas 17 (tujuh belas) hektar.

Pesantren Nurul Iman Parung Bogor

Diawali dengan peletakan batu pertama peletakan batu pertama pendirian Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman, kemudian dalam pengoperasiannya, Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman mendapat rekomendasi dari Lurah Waru Jaya dan Camat Parung, Bogor . Kabupaten, tanggal 10 Maret 1999 dan telah terdaftar di Kantor Agama Kabupaten Bogor sejak tanggal 12 Maret 1999 dengan berdirinya Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman Bagi Santri.

Umi Waheedah, Wanita Perkasa Penuh Inspirasi, Mengelola Pesantren 15 Ribu Santri Secara Gratis.

Awalnya para siswa tinggal di asrama di belakang rumahnya, namun karena semakin banyak yang tertarik, mereka membangun kobong (bangunan bambu) berukuran 4 x 5 meter di area yang semula berupa hutan. semak dan ilalang.

Semakin hari semakin banyak siswa yang tertarik hingga kobongo tidak lagi sibuk. Dia mulai membangun asrama di sebelah kobong, dimulai dengan pembangunan gedung seluas 15×12 M2 pada tahun 2000. Asrama menawarkan perspektif baru tentang perumahan siswa, yang sebagian besar hanya mengerti bahwa itu ada. Dengan adanya gedung baru menambah semangat belajar bagi mereka.

Namun perkembangan tidak berhenti begitu saja, dari tahun ke tahun prioritas perkembangan jumlah mahasiswa sangat drastis hingga akhirnya tercipta asrama baru yang menjadi tempat tinggal mahasiswa, seperti Asrama Gandhi Seva Loka dengan luas 15×12 M2, yang selanjutnya disusul pada tahun 2000 melalui pembangunan Wisma Jadid dengan luas 15×12 M2.

Sesungguhnya santri sebagai pengemban tugas dituntut untuk memproyeksikan kesehariannya selama pengembangan ilmu pengetahuan tentang akhirat sebagai program utama bidang pendidikan di pondok pesantren, dengan iptek sebagai pendamping proyeknya ke dunia, sehingga tempat ibadah santri dengan luas 32,5 x 9,50 M2, di depan pintu pondok.

Stai Nurul Iman Parung Bogor Wisudakan 525 Mahasiswa Secara Online Dan Tatap Muka Untuk Pertama Kalinya

Melanjutkan dari perkembangan ini untuk perkembangan yang terlihat. Hal ini terlihat dari munculnya asrama santri baru di pondok pesantren yang menjadi landmark baru di kawasan kompleks putra dan putri yaitu Asrama Hanif (pemukiman putra) dengan luas 12×6 M2, H Asrama Kosim (komplek putra) seluas 12×6 M2, Asrama Olga Fatma (komplek putra) seluas 20×12 M2, Asrama Anwariyyah (komplek putra) seluas 56×12 M2, Tiga Asrama Lokal (Kompleks Puteri), Asrama Tiga Belas Kamar (Kompleks Puteri), Gedung Pendidikan Tingkat Dua (Kompleks Puteri) dan dua tempat ibadah (masjid) di kawasan komplek putra dengan luas 36×36 m2 dan kompleks wanita. kompleks dengan luas 30×30 m2.

Dari waktu ke waktu, nama Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman mulai menyebar, dengan segala biaya pendidikan, pengobatan, makan dan minum, sarana dan prasarana ditanggung oleh yayasan (bebas biaya).

Maka dari itu, para santri yang berminat belajar di pondok pesantren dimulai dari sini, tidak hanya dari wilayah desa Waru Jaya, tetapi juga dari pelosok dataran Indonesia dari Sabang sampai Merauke, bahkan dari mancanegara.

Pesantren Nurul Iman Parung Bogor

Nama Al-Ashriyyah Nurul Iman dikutip dari bahasa Arab, Al-Ashriyyah artinya modern, yang bertujuan untuk “menjadi pusat pemajuan pendidikan agama dan pengetahuan umum secara terpadu dan modern”. Nurul Iman berasal dari kosa kata bahasa Arab, Nur artinya cahaya dan Al-Iman artinya iman.

Mbak Tutut: Jadikan Indonesia Bangsa Yang Dihormati Dunia

Oleh karena itu diharapkan Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman mampu mencetak ulama yang memiliki ilmu agama dan ilmu umum yang terintegrasi dan modern yang dibalut dengan cahaya keimanan yang tinggi.

Kini, meskipun jumlah santri bertambah, Yayasan Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman tetap menjadi lembaga pendidikan, semua biaya pendidikan, makan dan minum, pengobatan serta sarana dan prasarana lainnya ditanggung oleh yayasan. Dengan kata lain, gratis untuk semua lapisan masyarakat, terutama bagi mereka yang tidak mampu, fakir miskin, anak yatim dan anak terlantar.

Seperti lembaga pendidikan lainnya, pesantren ini juga memiliki program pengembangan ke depan baik dalam bidang pendidikan maupun dalam pembangunan gedung sebagai bagian dari pesantren.

Untuk pendidikan, pesantren ini memiliki program untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dalam agama dan takwa, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang merupakan fondasi kehidupan di dunia. Oleh karena itu, diadakan kursus-kursus di luar pendidikan formal untuk pembelajaran sehari-hari siswa, seperti kursus bahasa, kursus komputer, kursus menjahit, kursus pertanian, pemanfaatan limbah menjadi bahan bangunan, budidaya ikan dan lain-lain.

Nurul Iman: Informasi Ppdb 2020/2021

Mahasiswa juga harus menguasai setidaknya empat bahasa, yaitu bahasa Arab, Inggris dan Mandarin, untuk membekali mereka dengan bimbingan untuk rilis selanjutnya. Dengan modal awal tersebut, kami berharap mereka mampu memproyeksikan ilmu dunia dan kelangsungan hidup serta mampu mengaktualisasikannya di masyarakat dengan menyiapkan pemimpin masa depan yang menguasai iptek, memiliki daya juang yang tinggi, kreatif, inovatif dan tetap dalam kapasitas. landasan iman dan takwa yang kokoh.

Oleh karena itu, yayasan berupaya untuk mengembangkan kreativitas serta meningkatkan ilmu dan keahlian tenaga kependidikan sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan, yang menjadikan Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman sebagai sekolah percontohan di seluruh Indonesia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan pengajaran IMTAK untuk lembaga pendidikan lainnya.

Dan untuk program pengembangan, program pesantren ini memiliki tambahan asrama untuk anak-anak penghuninya, karena anak-anak tidur di masjid dan tempat-tempat terbuka baik untuk laki-laki maupun perempuan, karena tidak cukupnya asrama sebagai tempat tinggal yang layak. .

Pesantren Nurul Iman Parung Bogor

Selain itu, karena pendidikan ini bersifat padat karya,

Btn Syariah Luncurkan Aplikasi Fintech Khusus Santri

Ponpes al ashriyyah nurul iman parung bogor, biaya masuk ponpes nurul iman parung bogor, pesantren nurul iman cibaduyut, pesantren al ashriyyah nurul iman parung bogor, al ashriyyah nurul iman parung bogor, ponpes ashriyah nurul iman parung bogor, pondok pesantren nurul iman parung, pondok al ashriyyah nurul iman parung bogor, pesantren nurul iman bogor parung, pesantren ashriyah nurul iman parung bogor, pondok pesantren nurul iman parung bogor, pesantren nurul iman parung