Model Konseptual Keperawatan Keluarga

Model Konseptual Keperawatan Keluarga – Teori Hubungan antara beberapa konsep atau kerangka konseptual yang memberikan pandangan sistematis tentang suatu fenomena.

3. Model konseptual adalah serangkaian konstruksi yang sangat rinci dan saling terkait yang secara luas mendefinisikan fenomena, mengekspresikan ide, dan mencerminkan masalah. 4. Teori keperawatan sebagai upaya untuk mendeskripsikan dan menjelaskan berbagai fenomena dalam keperawatan. 5. Model Konseptual Keperawatan adalah cara memandang situasi dan setting kerja dimana perawat terlibat.

Model Konseptual Keperawatan Keluarga

Model Konseptual Keperawatan Keluarga

Tentukan ruang lingkup dan tujuan keperawatan dan struktur pembenaran untuk keperawatan.

Konsep Keperawatan Keluarga By Nursing Library Departemen Pendidikan Dan Penelitian Hmpsik 2016 2017

Menjaga konsistensi ASKEP Mengurangi kebingungan, duplikasi dan kesenjangan dalam pemberian asuhan keperawatan. Menjamin kemandirian dalam memberikan asuhan keperawatan. Memberikan kepemimpinan dalam pengambilan kebijakan dan keputusan. Nyatakan dengan jelas ruang lingkup dan tujuan ASKEP untuk setiap anggota tim keperawatan.

Teori keperawatan mengungkapkan dan menjelaskan hubungan spesifik dari konsep keperawatan. Teori keperawatan merupakan teori ilmu keperawatan yang sederhana, dan teori umum keperawatan berperan dalam memperkaya ilmu keperawatan dengan berbasis penelitian.

8 Teori Dorothea Orem Model konseptual keperawatan Dorothea Orem dikenal sebagai model perawatan diri. Perspektif teoritis Oresme tentang keperawatan berfokus pada kebutuhan individu untuk melakukan pekerjaan keperawatan mandiri dan memenuhi kebutuhan mereka. Oresme mengembangkan tiga bentuk teori perawatan diri dalam konseptualisasi praktik keperawatannya, termasuk:

B. Lembaga swadaya 2. Kurangnya perawatan diri a. Sistem kompensasi yang lengkap b. Sistem kompensasi parsial c. Dukungan dan sistem pendidikan 3. Teori sistem keperawatan

Lokasi: Pedoman Pengisian Format Asuhan Keperawatan Keluarga

Sebuah. Perawatan diri adalah aktivitas dan inisiatif yang dilakukan seseorang untuk mewujudkan dan mengelola kehidupan dan kesejahteraan. b. Self-care agency adalah kemampuan seseorang untuk merawat dirinya sendiri, yang dapat dipengaruhi oleh usia, perkembangan, sosial budaya, kesehatan, dan lain-lain.

11 2. Kurangnya perawatan diri a. Sistem Kompensasi Total (Full Compensation System) adalah sistem keperawatan yang memberikan dukungan penuh kepada pasien akibat ketidakmampuan pasien untuk melakukan tugas perawatan diri yang membantu gerakan, kontrol dan penggerak serta manipulasi gerakan dan kebutuhan sehari-hari. .

12 2. Kurangnya perawatan diri b. Prosedur kompensasi parsial hanya membantu memberikan perawatan diri sebagian dan ditujukan untuk pasien yang membutuhkan bantuan minimal, seperti pasien laparotomi yang dapat mencuci tangan, menyikat gigi, dan mandi, tetapi membutuhkan bantuan mobilitas dan perawatan luka. dilakukan oleh perawat. di. Pasien yang membutuhkan dukungan edukasi diberikan dukungan dan sistem edukasi sebagai antisipasi pasien yang membutuhkan pengobatan sendiri.

Model Konseptual Keperawatan Keluarga

13 3. Teori sistem keperawatan terbentuk ketika perawat menggunakan keterampilannya untuk menginterpretasikan, merancang dan membantu klien, baik individu maupun kelompok, melalui berbagai fungsi. Teori ini membahas bagaimana perawat, klien, atau keduanya dapat memenuhi kebutuhan perawatan pribadi klien.

Teori Dan Model Konseptual Keperawatan Keluarga

Dalam hal ini, membantu transisi keluarga ke perawatan mandiri membantu transisi klien ke perawatan mandiri.

Aspek Interaktif: Hubungan dalam keluarga Aspek sosial: Hubungan keluarga dengan masyarakat sekitar Aspek sistemik: Mengajarkan keterampilan dasar keluarga agar dapat mengantisipasi perubahan yang terjadi Aspek mekanistik: Mengajarkan keterampilan dasar keluarga di rumah Memberi, misalnya , kompresi yang benar

Model keperawatan yang menggambarkan bagaimana orang dapat meningkatkan kesehatannya melalui perilaku adaptif dan mengubah perilaku maladaptif. Calista Roy mengembangkan konsep perawatan pasien melalui model adaptasi yang menggabungkan berbagai perspektif, keyakinan, dan nilai.

Sebuah. Manusia adalah makhluk biologis, psikologis, dan sosial yang senantiasa berinteraksi dengan lingkungan. b. Untuk mencapai homeostasis atau integrasi, perlu beradaptasi dengan perubahan yang sedang berlangsung. di. Ada tiga tingkat adaptasi manusia yang dikemukakan oleh Ray.

Pelatihan Terapi Modalitas & Komplementer Dalam Keperawatan Keluarga

1. Stimulus fokal adalah stimulus yang berhubungan langsung dengan individu dan mempunyai pengaruh yang kuat terhadap dirinya. 2. Rangsangan subyektif diukur secara subyektif dengan mengamati rangsangan lain yang dialami orang tersebut, serta rangsangan internal dan eksternal yang mungkin mempengaruhinya. 3. Stimulus residual, stimulus lain, yang merupakan ciri tambahan yang ada atau sulit diamati dalam keadaan dalam proses adaptasi terhadap lingkungan.

1. Fungsi Fisiologis Komponen sistem adaptasi ini meliputi oksigenasi, nutrisi, ekskresi, aktivitas dan istirahat, integritas kulit, sensorik, keseimbangan cairan dan elektrolit, fungsi neurologis, dan fungsi endokrin. 2. Konsep diri adalah bagaimana seseorang mengenali pola interaksi sosial dalam berkomunikasi dengan orang lain. 3. Fungsi proses koordinasi peran berkaitan dengan bagaimana peran seseorang terkait dengan pengenalan pola interaksi sosial dalam komunikasi dengan orang lain. 4. Keterikatan interdependen, kemampuan untuk mengenali pola-pola cinta yang diekspresikan melalui interaksi pada tingkat individu atau kelompok.

22 Teori Emogen M. King menggunakan pendekatan sistem terbuka untuk interaksi konstan dengan lingkungan untuk memahami model konseptual dan teori keperawatan, jadi King mempromosikan model konseptual interaksi.

Model Konseptual Keperawatan Keluarga

23 TEORI IMOGENA M. KING 1. Sistem individu (individu): konsep, diri, pertumbuhan dan perkembangan, citra tubuh, tempat, waktu 2. Sistem interaksi: interaksi, komunikasi, transaksi, peran, stres 3. Sistem sosial: organisasi, otoritas , kekuasaan, pengambilan keputusan, posisi

Konsep Dan Proses Keperawatan Keluarga

Jika ada persepsi yang benar dalam interaksi perawat-klien, maka transaksi ini akan terjadi. Jika terjadi transaksi antara perawat dengan klien, maka tujuan akan tercapai. Jika tujuan tercapai, maka kepuasan akan terjadi. Jika transaksi ini terjadi dalam interaksi antara perawat dan klien maka pertumbuhan dan kemajuan akan lebih baik, jika perawat dan klien mengalami kecocokan antara peran yang diharapkan dengan peran yang dilakukan, maka transaksi ini akan terjadi. Jika perawat memiliki pengetahuan dan keterampilan komunikasi yang tepat, penetapan tujuan umum bagi klien dan pencapaiannya akan terjadi. Jika konflik peran terjadi dengan perawat atau klien, atau keduanya, akan ada stres dalam interaksi antara perawat dan klien.

Proses awal hubungan antara dua orang dalam memahami atau mengenali suatu situasi dalam keperawatan dengan menggambarkan perilaku, hubungan keperawatan, dan kesepakatan atau tujuan yang diharapkan bagi klien. Reaksi adalah suatu bentuk tindakan yang dihasilkan dari tindakan dan tanggapan seseorang. Interaksi merupakan kerjasama antara perawat dan klien yang saling mempengaruhi yang terlihat dalam komunikasi. Syarat kesepakatan bila ada kesepakatan antara perawat dan klien tentang rencana tindakan keperawatan

27 Kekuatan Teori Kunci Teori ini dapat beradaptasi dengan perubahan apapun, dapat digunakan, dan dapat menjelaskan atau memprediksi sebagian besar fenomena dalam keperawatan. Teori ini adalah seperangkat konsep terkait yang jelas yang dapat diamati dalam praktik keperawatan. Menumbuhkan partisipasi timbal balik klien dalam menetapkan tujuan bersama, membuat keputusan dan mencapai tujuan klien Teori ini dapat diterapkan di semua fasilitas keperawatan. Teori ini dapat dikembangkan dan diuji melalui penelitian.Prinsip ini sangat penting dalam kerjasama dengan para profesional medis.

28 Kekurangan Teori King Beberapa konsep dasar tidak jelas, misalnya teori menyatakan bahwa stres memiliki efek positif dan perawat harus menghilangkan stres dari lingkungan rumah sakit. Teori ini menitikberatkan pada proses interaksi, sehingga tujuan yang ingin dicapai bergantung pada persepsi perawat dan klien yang terlibat dalam interaksi dan hanya pada saat itu. Teori tersebut tidak mendefinisikan pendekatan yang tepat untuk penerapan konsep interaksi, komunikasi, transaksi dan persepsi, misalnya pada pasien yang tidak dapat berkomunikasi dengan perawat dalam keadaan koma, pasien dengan LBD dan pasien psikiatri.

Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 2/nomor 1/januari 2018

30 Betty Neumann Theory, University of California, Los Angeles School of Nursing Filosofi di balik pengembangan teori sistem Neumann untuk menangani masalah pasien didasarkan pada pendekatan individu holistik. Sistem yang digunakan adalah sistem terbuka, yang menghasilkan interaksi yang dinamis. Variabel interpersonal mencakup semua aspek seperti fisik, psikologis, sosial budaya, perkembangan dan spiritual. Sistem Newman terdiri dari individu, keluarga, kelompok, dan komunitas yang terus-menerus berinteraksi dengan stresor di lingkungan spasial mereka. Model ini berfokus pada stres konsumen dan faktor pemulihan (adaptasi).

1. Orang atau pasien itu sendiri 2. Lingkungan 3. Kesehatan 4. Pelayanan Ada empat faktor yang membentuk persepsi mental pelanggan, yaitu:

Teori Betty Neumann memiliki kemiripan dengan teori Gestalt. Teori Gestalt adalah cara tubuh mempertahankan keseimbangan dan hasil kesehatan berubah menjadi keadaan sehat atau sakit. Newman juga memilih G. Kaplan sesuai dengan tingkat penyelesaian masalah.

Model Konseptual Keperawatan Keluarga

1. Rangsangan stres yang dihasilkan dari pandangan Newman tentang stres: a. Intim-personal: pribadi atau pribadi, seperti perasaan dan emosi b. Interpersonal: satu orang ke orang lain lebih dari satu c Ekstrapersonal: eksternal pada individu, misalnya kesulitan pekerjaan atau keuangan 2. Struktur utama sumber daya pendorong yang mendorong aktivitas 3. Tingkat stabilitas faktor internal untuk mengatasi stressor 4. Tingkat garis pertahanan Kemampuan beradaptasi seseorang terhadap stres dalam batas normal.

Online Public Access Catalog

34 Selengkapnya… 5. Gangguan kekebalan terjadi sebagai akibat dari kerusakan sistem kekebalan tubuh dan stres 6. Kecepatan reaksi, fungsi yang dihasilkan di bawah stres. 7. Tentukan tindakan sebagai hasil intervensi 8. Tingkat resistensi a. Pencegahan primer (sebelum tindakan dilakukan) b. Resistansi sekunder (dalam operasi) c. Resistensi ketiga (adaptasi tugas) 9. Adaptasi tugas Adaptasi terhadap tugas interpersonal, intrapersonal dan ekstrapersonal.

Diagnosa keperawatan didasarkan pada kebutuhan untuk penilaian yang cermat dan dikategorikan ke dalam lima variabel. Tujuan keperawatan harus disepakati dengan pasien, dan

Model konseptual keperawatan komunitas, konsep dasar keperawatan keluarga, buku keperawatan keluarga, konseptual model praktik keperawatan keluarga, buku ajar keperawatan keluarga, makalah konsep keperawatan keluarga, model konseptual keperawatan, teori dan model konseptual keperawatan, model konseptual keperawatan jiwa, implementasi keperawatan keluarga, sap keperawatan keluarga, asuhan keperawatan keluarga stroke