Konsep Asuhan Keperawatan Keluarga Pdf

Konsep Asuhan Keperawatan Keluarga Pdf – KEPERAWATAN bagi keluarga TN di Desa Trangsan Kecamatan GATAK KABUPATEN SUKOARJO khususnya bagi keluarga dengan masalah gizi di APR.

Download “JASA PERAWAT KELUARGA DENGAN CACAT MAKANAN KHUSUS DI DESA TRAGSAN KECAMATAN GATAK KABUPATEN SUKHARJO”

Konsep Asuhan Keperawatan Keluarga Pdf

Konsep Asuhan Keperawatan Keluarga Pdf

1 PROGRAM PENELITIAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH GIZI DI AN.R DESA TRANSSAN KECAMATAN SUKOHARJO KECAMATAN GATAK TN.

Jual Buku Buku Ajar Keperawatan Keluarga, Aplikasi Teori Pada Praktik Asuhan Keperawatan Keluarga

4 KEPERAWATAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN KHUSUS AN.R DI DESA TRANSSAN KECAMATAN GATAK KABUPATEN SUKOKHARJO (Murah Istriana, 2013, 60 halaman) ABSTRAK Disebabkan kekurangan energi harian yang disebabkan oleh kekurangan protein. makanan, terjadi dalam jangka waktu yang lama. Metode: Penulis menggunakan metode deskriptif, sampelnya adalah An.R, dan informasi ini diperoleh melalui wawancara, tes, observasi kegiatan dan mencatat dengan rekan kerja. Hasil : Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 hari, diagnosa 2 gizi kurang dan resiko gangguan tumbuh kembang. Pada kenyataannya, sebagian besar sejalan dengan agenda yang dilaksanakan. Kesimpulan: Setelah 3 hari asuhan keperawatan untuk pasien AN malnutrisi antara 1 Mei 2013 dan 3 Mei 2013, penulis mendapatkan pengalaman dunia nyata dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien tersebut. Penulis dapat langsung melakukan proses asuhan keperawatan keluarga mulai dari pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, evaluasi, dan dokumentasi. Kata Kunci : Orang Tua, Keluarga Tn.S, Gizi Buruk.

5 LAYANAN KEPERAWATAN KEPERAWATAN KELUARGA KYK. MASALAH MAKANAN KELUARGA, TERUTAMA TENTANG ANAK-ANAK. R (Murah Istriana, 2013, 60 halaman) SISTEM di Desa Trangsan, KECAMATAN GATAK, KABUPATEN SUKOKHARJO Latar Belakang: Gizi buruk adalah keadaan gizi kronis yang sangat tidak mencukupi gizi yang disebabkan rendahnya asupan protein dari makanan sehari-hari. Metodologi: Penelitian ini bersifat deskriptif dan sampelnya adalah anak-anak R. Data diperoleh melalui wawancara, tes, observasi kegiatan dan dokumentasi, serta penelitian akan dilakukan bekerjasama dengan masyarakat. Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari, ditegakkan diagnosis kebutuhan nutrisi rendah dan risiko gangguan perkembangan. Implementasi sebagian besar sesuai jadwal. Kesimpulan: Setelah memulai asuhan keperawatan pada anak gizi buruk P selama 3 hari antara tanggal 1 dan 3 Mei 2013, peneliti mendapatkan pengalaman praktis dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Peneliti dapat langsung melakukan proses asuhan keperawatan keluarga, mulai dari skrining, diagnosis, perencanaan, implementasi, evaluasi, dan pendokumentasian. Kata kunci: Keperawatan, keluarga Tn. S, gizi buruk

6 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gizi pada dasarnya merupakan masalah kesehatan masyarakat, namun pencegahannya tidak dapat dilakukan melalui pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja. Meskipun masalah gizi sering dikaitkan dengan kekurangan pangan, solusinya tidak selalu berupa peningkatan produksi dan pasokan pangan. Dalam beberapa kasus, seperti situasi krisis (bencana, kekeringan, perang, kerusuhan sosial, krisis ekonomi). Masalah gizi muncul dari masalah ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, yaitu kemampuan rumah tangga atau keluarga untuk menyediakan pangan bagi seluruh anggotanya. Dengan dukungan Uni Eropa, UNICEF bersama pemerintah Indonesia dan mitra lainnya akan berusaha membantu sekitar 3,8 juta anak dan 800.000 ibu hamil untuk mengatasi masalah ini (UNICEF, 2011). Menurut MDG 2015, 30% anak Indonesia kekurangan gizi, dengan perkiraan malnutrisi dan kekurangan gizi pada anak di bawah usia lima tahun. Di Indonesia, survei kesehatan dasar (riskesdas) 2010 menunjukkan bahwa gizi buruk pada anak di bawah usia lima tahun mencapai 17,9 persen, turun dari 18,4 persen pada tahun 2007.

7 BAB II TINJAUAN DAFTAR PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Pengertian Malnutrisi adalah kekurangan gizi yang serius yang disebabkan rendahnya konsumsi energi protein dari makanan sehari-hari dan terjadi dalam waktu yang cukup lama (Sodikin, 2013). 2. Etiologi Menurut penelitian Marimbi tahun 2010, berbagai faktor yang secara tidak langsung memicu perkembangan gangguan makan pada anak di bawah usia lima tahun antara lain: Hubungan antara makanan dan kesehatan sering diabaikan. Ya. Hindari makanan tertentu. melakukan Ada kebiasaan atau pantangan yang berbahaya. Hai. Terlalu menyukai makanan tertentu. m. Jarak antar kelahiran sangat dekat. makan Sosial ekonomi g.Penyakit menular h. Nutrisi yang tidak seimbang i. Defisit energi, protein, dan kalori 3. Manifestasi Klinis Gejala malnutrisi sangat bervariasi pada marasmus, quasichorus, dan marasmus quasioror. 1) Marasmus. Ini adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh kekurangan kalori (energi).

Aplikasi Praktis Asuhan Keperawatan Keluarga

8 Gejala : – Anak sangat kurus (kulit dan tulang terlihat). – Berat badan mencapai sekitar 60 persen dari berat badan ideal tergantung usia. – Wajah dengan kulit keriput seperti orang tua. – Lipatan kulit bokong. – Anak-anak ceroboh dan pasif. 2) Kuasiokor. Ini adalah penyakit kekurangan protein kronis. Gejala: – Anak apatis. – Rambut di kepala tipis dan jarang, warnanya kusam, rambut mudah rontok. – Jika Anda menarik lipatan kulit, Anda bisa merasakan jaringan lemaknya. – Wajah bengkak. 3) Marasmus kwasiorkor. Ini adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh kekurangan energi dan protein. Gabungan gejala layu dan kwashiorkor. (Sodikin, 2013). 4. Anak kurang gizi memiliki pertumbuhan yang terhambat, rentan terhadap penyakit, terutama penyakit menular, dan keterbelakangan mental. Tahapan proses malnutrisi disebabkan oleh faktor lingkungan dan manusia. Faktor lingkungan meliputi sosial ekonomi, budaya, ketersediaan pangan keluarga, dll. Faktor manusia meliputi keadaan infeksi yang dideritanya. Kekurangan unsur hara karena faktor lingkungan dan manusia

Cadangan nutrisi tubuh senantiasa digunakan untuk memenuhi kebutuhannya. Jika keadaan ini berlangsung lama, cadangan nutrisi akan habis dan sel akan rusak. Saat ini sedang diselidiki. satu. Tes darah. Tes darah meliputi Hb, albumin, globulin, protein total, elektrolit serum, dan kultur darah. Ya. Analisa urin. Urinalisis meliputi urin lengkap dan kultur urin. melakukan Tes fungsi hati. Hai. EKG. m. rontgen paru-paru. satu. Orang dikatakan kurang gizi, tetapi ini hanya ditentukan oleh penurunan diagnosis keperawatan. Beberapa diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien gizi buruk, antara lain: 1) Ketidakseimbangan pola makan: kurang dari kebutuhan tubuh akibat penurunan nafsu makan dan gangguan pada sistem pencernaan. 2) Kekurangan volume cairan, penurunan penyerapan, pertumbuhan flora usus yang berlebihan, dan diare. 3) Rusaknya integritas kulit akibat kekurangan nutrisi tubuh (kalori, protein). 4) Risiko infeksi terkait dengan kekebalan yang melemah (terutama kekebalan seluler). 5) Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan karena kekurangan zat gizi (kalori dan protein). (Carpenito, 2004).

10 B. Gambaran Keperawatan 1. Keperawatan Keluarga Definisi Keluarga Keluarga adalah sekelompok dua orang atau lebih yang secara emosional terhubung satu sama lain dan tinggal di lingkungan yang sama. (Friedman, 2010) Menurut World Health Organization (WHO), keluarga didefinisikan sebagai anggota rumah tangga yang memiliki hubungan darah, adopsi, atau perkawinan. Menurut pengertian keluarga, ciri-ciri keluarga adalah sebagai berikut: a. Terdiri dari dua orang atau lebih yang memiliki hubungan darah, perkawinan atau adopsi b. Anggota keluarga biasanya tinggal bersama atau saling menjaga jika berpisah c. Anggota keluarga saling berkomunikasi dan memenuhi peran sebagai suami, istri, anak, kakak, adik, dan adik laki-laki dengan tujuan untuk menumbuhkan dan melestarikan budaya anggota dan meningkatkan perkembangan fisik, psikologis, dan sosial mereka.

Konsep Asuhan Keperawatan Keluarga Pdf

11 BAB III GAMBARAN KASUS A. Tanggal Evaluasi Penelitian: 05-01-2013 I. Informasi Umum 1. Nama Kepala Rumah Tangga: Tn. 2. Umur: 23 tahun 3. Pekerjaan: Buruh pabrik 4. Pendidikan: SD 5 Suku Bangsa : Jawa 6. Alamat : mendungan 2/10 Transan, Getak Sukoharjo 7. Susunan Keluarga No Nama JK Hub. KK pendidikan usia kerja 1 tahun. S L Ayah bekerja, 23 tahun, lulusan 2 SD. E P Suami IRT 21 tahun Lulusan SLTA 3 tahun R L anak kandung – 22 bulan – 8. Genognam Deskripsi : Laki-laki : Perempuan : meninggal

Pdf) Tugas Kesehatan Keluarga Sebagai Upaya Memperbaiki Status Kesehatan Dan Kemandirian Lanjut Usia

12 B. Diagnosa Keperawatan 1. Pada keluarga Tn.S gizi kurang dari kebutuhan tubuh terutama disebabkan oleh masalah kesehatan keluarga terutama ketidakmampuan mengenali gizi buruk. 2. Keluarga Tn.S berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang khususnya An.r berhubungan dengan ketidakmampuan mengenali masalah kesehatan keluarga terutama gizi buruk. C. Intervensi 1. Pendidikan kesehatan tentang gizi buruk 2. Pendidikan kesehatan untuk memperkenalkan pola makan seimbang

13 BAB IV PEMBAHASAN A. Evaluasi Pada bab ini penulis akan menjelaskan tentang pembahasan asuhan keperawatan keluarga Tn.S dengan masalah gizi buruk dari tahap Asesmen sampai evaluasi. Pengkajian merupakan langkah awal dalam proses keperawatan untuk memperoleh informasi dan mengukur status klien atau keluarga dengan pola kesehatan keluarga B. Diagnosis keperawatan keluarga. Diagnosis keperawatan keluarga dirumuskan berdasarkan data asesmen yang terdiri dari masalah keperawatan (problem/p) terkait anggota keluarga dengan penyakit etiologi (E) yang dihasilkan dari asesmen fungsi perawatan keluarga (Abi Muhlisin, 2012). ) dan sosial sebagai keterampilan memecahkan masalah. (Friedman, 2010) 1. Diagnosis keperawatan. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan masalah kesehatan keluarga, terutama ketidakmampuan mengenali masalah

Konsep asuhan keperawatan keluarga, buku asuhan keperawatan keluarga, makalah asuhan keperawatan keluarga, contoh asuhan keperawatan keluarga, asuhan keperawatan keluarga stroke, konsep keperawatan keluarga, asuhan keperawatan keluarga, asuhan keperawatan keluarga tbc, asuhan keperawatan keluarga berencana, pengkajian asuhan keperawatan keluarga, asuhan keperawatan keluarga hipertensi, konsep dasar asuhan keperawatan keluarga