Jenis Polis Asuransi Jiwa

Jenis Polis Asuransi Jiwa – SINARMASLIFE TERDAFTAR 1 SYARAT UMUM (PAS) KECELAKAAN PRIBADI PT. POLIS HIDUP TAK TERTENTU Pasal 1 1. Surat Permohonan Asuransi Jiwa: Formulir yang memuat keterangan dan/atau keterangan yang diberikan oleh Pemegang Polis dan Tertanggung merupakan satu kesatuan dan satu kesatuan dengan Polis. Dalam regulasinya. 2. Polis: Dokumen antara Penanggung dan Pemegang Polis yang memuat Perjanjian Asuransi atau Aturan Polis Khusus atau Persyaratan Tambahan atau Adendum yang ditandatangani dan ditandatangani oleh Penanggung, termasuk Surat Permintaan Asuransi dan informasi lainnya. berkaitan dengan Polis yang secara keseluruhan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Polis. 3. Lilin: PT. Asuransi jiwa berjangka. 4. Pemegang Polis: Seseorang atau badan yang telah menandatangani kontrak asuransi atau penerus hak milik perusahaan asuransi. 5. Diatur: Seseorang yang memegang polis asuransi jiwa. 6. Nominee: Seseorang atau badan yang ditunjuk sebagaimana ditentukan dalam Polis untuk menerima manfaat Asuransi 7. Dewasa: Seseorang yang berusia minimal 17 (tujuh belas) tahun, yang dapat membuktikan identitasnya atau yang sudah menikah. 8.: usia: Usia orang yang memungkinkan perusahaan asuransi untuk mendapatkan kompensasi. 9. Uang Pertanggungan: Uang Pertanggungan: Jumlah uang yang akan dibayarkan Tertanggung kepada Tertanggung/Yang Ditunjuk sesuai dengan manfaat yang disepakati dalam Polis. 10. Masa asuransi: masa berlakunya kontrak asuransi. 11. Manfaat Asuransi: Manfaatnya sesuai dengan yang diperjanjikan dalam Polis. 12. Premi: Jumlah yang tercantum dalam polis harus dibayarkan kepada perusahaan asuransi sesuai kontrak, yang dikonfirmasi oleh Pemegang Polis. 13. Kecelakaan: Peristiwa yang tiba-tiba, tidak terduga, penuh kekerasan, dan tidak diasuransikan.

2 Disengaja dan tidak disengaja menyebabkan meninggalnya tertanggung. 14. Cacat Sementara: Tertanggung tidak boleh melakukan pekerjaan apa pun, memegang posisi atau pekerjaan apa pun untuk mendapatkan, kompensasi, atau tunjangan. 15. . 16. Fraktur: Kontinuitas tulang atau jaringan tulang rawan di seluruh penampang tulang atau di antara dua korteks tulang, sering kali disebabkan oleh kekuatan. 17. Fraktur Tulang: Fraktur pada kontinuitas jaringan tulang atau tulang rawan dimana garis fraktur tidak melewati seluruh penampang tulang, biasanya disebabkan oleh fraktur paksa. 18. Masa Tunggu: Jangka waktu sejak tanggal dimulainya pertanggungan sampai dengan tanggal kerusakan atau kerusakan tertanggung. Masa tunggu asuransi ini adalah 14 (empat belas) hari. Selama masa tunggu asuransi tidak mencakup manfaat asuransi yang ditentukan dalam Polis ini. 19. Ketentuan Tambahan: Ketentuan termasuk lampiran-lampiran sebagai lampiran dari Peraturan Umum/Peraturan Khusus yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan ini. Pasal 2 Asuransi Dasar 1. Setiap orang/lembaga yang ingin mengadakan kontrak asuransi harus melengkapi dan menandatangani permohonan asuransi jiwa dengan dilengkapi dokumen lain (jika ada) yang lengkap, benar dan jujur ​​terkait dengan kebutuhan tersebut. perusahaan asuransi. 2. Permohonan asuransi jiwa akan menjadi dasar kontrak asuransi bersama dengan dokumen lain yang dilengkapi dan ditandatangani sebagaimana ditentukan dalam ayat 1. 3. Jika terdapat kesalahan dalam penunjukan usia dan jenis kelamin, perusahaan asuransi berhak untuk memilih kembali risiko berdasarkan informasi terkini. 4. Jika hasil seleksi ulang berisiko seperti yang dijelaskan pada bagian 3 di atas: 4.1. Pertanggungan yang disetujui oleh Penanggung akan tetap berlaku dan setiap amandemen/perubahan yang berlaku sejak tanggal penerbitan pertanggungan asuransi akan dibatalkan ab initio kecuali disetujui. Atas pembatalan tersebut, Penanggung akan mengembalikan premi yang telah dibayarkan setelah dikurangi kewajiban Pemegang Polis, manfaat yang diterima oleh Pemegang Polis dan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh Tertanggung.

Jenis Polis Asuransi Jiwa

Jenis Polis Asuransi Jiwa

Pasal 3 3 Jika surat permohonan asuransi jiwa dengan sengaja atau tidak sengaja termasuk dalam situasi saat ini, bersama-sama dengan dokumen lain yang disebutkan dalam Pasal 2, Ayat 1, Penanggung dapat menolak untuk mempertimbangkan pemilihan risiko asuransi ini dan Polis, dinyatakan batal dan Tertanggung tidak bertanggung jawab untuk mengembalikan premi atau membayar manfaat apa pun kepada Pemegang Polis/yang ditunjuk. 2. Setelah lewat waktu 2 (dua) tahun sejak tanggal penerbitan polis atau tanggal pengesahan atau pembaruan polis (mana yang lebih lambat), perusahaan asuransi tidak boleh menyangkal/membantah keabsahan pertanggungan ini. Kecuali dalam kasus penipuan atau dugaan penipuan, perusahaan asuransi berhak untuk menolak keabsahan asuransi ini setiap saat. Dengan demikian, Polis dinyatakan batal dan Tertanggung tidak bertanggung jawab untuk mengembalikan Premi atau membayar manfaat apapun kepada Pemegang Polis/yang ditunjuk. Pasal 4. Usia masuk pemohon, usia efektif asuransi dihitung berdasarkan tanggal lahir yang tertera pada bukti identitas diri yang dilampirkan pada permohonan asuransi jiwa. 2. Persyaratan menjadi tertanggung paling sedikit 6 (enam) bulan dan lebih dari 80 (delapan puluh) tahun dan tertanggung paling lama 85 (delapan puluh lima) pada akhir masa pertanggungan. 3. Jika umur pada masa perlindungan efektif adalah x tahun dan bulan, dimana: 3.1. y kurang dari 6 (enam) bulan, maka umur masuk adalah x tahun sama dengan y atau lebih dari 6 (enam) bulan, maka Umur x ditambah 1 tahun. 4. Usia bertambah setiap ulang tahun politik. Pasal 5. JANGKA WAKTU ASURANSI ASURANSI 1. Pertanggungan ini berlaku sejak tanggal yang ditentukan dalam Polis dan premi pertama dibayar lunas dan Pemegang Polis menerima Polis dengan menandatangani Tanda Terima Polis. 2. Jika premi dibayar dengan cek/faktur, maka premi dinyatakan dibayar setelah cek/faktur dicairkan. Pasal 6. Jangka Waktu Klarifikasi Polis 1. Pemegang Polis diberikan kesempatan untuk meninjau Polis dalam waktu 21 (dua puluh dua) hari setelah Polis diterbitkan. 2. Pemegang Polis berhak untuk membatalkan Polis dan mengembalikan Polis kepada Tertanggung dalam waktu 21 (dua puluh dua) hari sejak tanggal penerbitan Polis sebagaimana dimaksud dalam Klausul 1. Setelah pembatalan Polis ini, Tertanggung akan mengembalikan Premi setelah dikurangi biaya Penanggung. Biaya asuransi adalah 50% dari premi yang dibayarkan dan minimal Rp. 3. Tertanggung harus menerima pemberitahuan tertulis untuk membatalkan Polis selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah berakhirnya jangka waktu Polis. 4. Pemegang Polis dianggap telah menerima Polis apabila Pemegang Polis tidak mengajukan kepada Penanggung untuk pembatalan pertanggungan setelah berakhirnya jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam Klausula 1.

Manfaat Asuransi Jiwa Syariah

4 Pasal 7. Pembayaran Premi 1. Premi dibayarkan setiap tahun, tetapi dengan persetujuan penanggung, premi dapat dibayarkan setiap tahun, triwulanan atau bulanan. 2. Agar pertanggungan berlaku, Pemegang Polis harus membayar pembayaran lagi dengan tanggal jatuh tempo premi sesuai dengan cara pembayaran sebagaimana disebutkan dalam surat klaim asuransi jiwa. 3. Setiap pembayaran Premi harus dilakukan melalui transfer bank ke rekening perusahaan asuransi. 4. Jika Premi dibayar dengan Cek/Rekening Giro, maka Rekening Cek/Giro harus atas nama Tertanggung dan jika diambil dari rekening Perusahaan Asuransi, Premi dinyatakan telah dibayar. 5. Kegagalan Penanggung untuk memungut Premi dengan alasan apapun tidak membebaskan Pemegang Kontrak dari kewajiban untuk membayar Premi. 6. Asuransi mengakui premi asuransi sebagai premi asuransi jika premi tersebut diterima atas rekening perusahaan asuransi. Pasal 8 2. Selama masa bebas ini, meskipun biaya belum dibayarkan, biaya tetap berlaku. 3. Jika premi dibayarkan selama masa menganggur, maka premi tidak dikenakan bunga. 4. Gratifikasi yang Belum Dibayar Selama Masa Gratifikasi, apabila terdapat manfaat asuransi yang akan diterima oleh Pemegang Polis atau Penerima Manfaat, manfaat asuransi tersebut dikurangi dengan Premi, Pinjaman Polis dan kewajiban lainnya. . . 5. Jika hadiah tidak dibayarkan pada akhir periode gratis, maka: 5.1. Jika Polis tidak memiliki nilai/non tunai maka Polis menjadi batal. Jika polis sudah memiliki nilai tunai, maka akan diatur oleh ketentuan polis tertentu. Pasal 9 PERUBAHAN POLIS Polis ini tidak dapat diubah atau dikurangi oleh siapapun kecuali dengan persetujuan perusahaan asuransi. Pasal 10. PERUBAHAN PENAMPILAN SERVER SITUS 1. PERUBAHAN SITUS TIDAK TERSEDIA 1.1. Hal ini hanya dapat dilakukan jika Pemegang Polis tidak diasuransikan, kecuali dinyatakan lain. Perubahan pemegang polis dikomunikasikan secara tertulis kepada perusahaan asuransi dengan menunjuk seseorang atau organisasi untuk menggantikan pemegang polis.

Contoh polis asuransi jiwa, polis asuransi jiwa adalah, polis asuransi jiwa tradisional, polis asuransi jiwa prudential, polis asuransi jiwa sinarmas, polis asuransi jiwa berjangka, jenis jenis polis asuransi jiwa, polis asuransi jiwa bni, polis asuransi jiwa, manfaat polis asuransi jiwa, polis asuransi jiwa aia, polis asuransi jiwa pdf